Single post

Anak dari Ayah Perokok Berisiko Terserang Pneumonia

Anak dari Ayah Perokok Berisiko Terserang Pneumonia,- Merokok merupakan kebiasaan tidak sehat yang dapat menimbulkan dampak negatif pada tubuh. Cukup banyakpenyakit yang bisa timbul akibat merokok, mulai dari terserang penyakit ringan hingga berat. Bahkan, kebiasaan merokok ini tidak hanya membahayakan kesehatan si perokok itu sendiri, tetapi juga orang-orang yang ada disekitarnya. Keluarga, terutama si kecil juga bisa menjadi korbannya.

Anak-anak yang memiliki ayah perokok lebih berisiko terkena pnemonia, meskipun mungkin sang ayah tidak merokok di dekatnya dan memaparkan asap rokok secara langsung. Pasalnya, setelah merokok zat-zat beracun dari rokok masih menempel di baju sang ayah. Zat-zat tersebut secara tidak sengaja dapat terhidurp oleh anak saat ia digendong atau bermain dengan ayah.

Jika zat-zat beracun in terhirup, maka akan merusak silia atau rambut halus pada organ pernapasan anak, yang berfungsi untuk menyaring benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Sehingga jika terdapat benda asing yang masuk melalui saluran pernapasan menjadi sulit dihalau, termasuk bibit penyakit penyebab pneumonia.

Biasanya anak dari ayah perokok berisiko terserang pneumonia berusia 2 bulan hingga kurang dari 5 tahun. Namun, risiko terserang pneumonia lebih besar ada pada anak-anak yang berusia dibawah 2 tahun. Hal ini disebabkan karena usia dibawah 2 tahun memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum terbentuk dengan sempurna, begitu pula dengan lumen saluran napasnya.

Pneumonia sampai saat ini menjadi penyebab kematian tertinggi pada balita. Berdasarkan darta UNICEF, di tahun 2015 terdapat 5,9 juta anak di bawah usia 5 tahun yang meninggal dunia.

Dari jumlah tersebut, 15% atau 920.136 anak meninggal karena pnemonia. Dengan kata lain, ada lebih dari 2.500 balita perhari yang meninggal karena pneumonia.

Selain memicu pneumonia, kebiasaan merokok orangtua di dalam rumah atau disekitar anak-anak juga bisa menimbulkan pengaruh buruk bagi sel-sel kekebalan tubuh anak, khususnya sel T, sel igE, dan sel sitkokin. Hal ini akan membuat anak lebih mudah terkena alergi atau asma. Selain itu, sistem kekebalan tubuh yang tidak benar-benar terbentuk dengan sempurna ini tentu akan membuat anak lebih mudah terserang penyakit-penyakit berbahaya.

Jika seorang pria tetap merokok meskipun istrinya dalam kondisi hamil, maka janin yang ada didalam kandungan istrinya bisa mengalami perubahan struktur paru-paru. Bahkan, jika yangmerokok adalah ibu hamil, maka kandungan nikotin dalam rokok yang dihisap bisa menurunkan asupan peredaran darah dan oksigen bagi janin yang tentu berdampak pada terhambatnya berbagai organ-organ penting pada janin.

Artikel terkait :

LEAVE A COMMENT

theme by teslathemes