Single post

Asap Rokok di Perabotan Rumah Berisiko Sebabkan Kanker

obatperokok.com,- Paparan asap rokok tidak hanya membahayakan orang yang menghirupnya secara langsung. Namun, sisa asap rokok yang menempel di pakaian, sofa, gorden, karpet, bahkan tembok juga bisa menimbulkan bahaya bagi kesehatan dan bahaya sama dengan paparah secara langsung.

Jika sisa asap rokok yang menempel tersebut menumpuk dan terakumulasi, maka hal ini bisa menyebabkan berbagai risiko penyakit layaknya yang dialami perokok aktif. Menurut Agus Dwi Susanto, ketua divisi paru kerja dan lingkungan RSUP Persahabatan, residu nikotin dan bahan kimia yang tertinggal pada permukaan berbagai barang dari paparan asap rokok tersebut dinamakan thirdhand smoke. Kondisi ini yang jarang disadari oleh para perokok aktif dan lingkungan sekitarnya.

Ia menjelaskan, bahwa udara yang dihirup dari benda yang terpapar asap rokok dapat membuat seseorang terkena penyakit dengan risiko yang sama seperti terkena paparan langsung. Residu yang terus terhidurp akan mengendap dan memicu timbulnya berbagai penyakit.

“Paling ringan ya batuk-batuk, asma. Tapi kalau terus menghirup secara kontinu bukan tidak mungkin bisa terkena kanker paru-paru,” ujar Agus.

Residu serta zat berbahaya dari rokok yang menempel pada barang dapat bertahan hingga beberapa tahun. Agus mengatakan jika pembersihan biasa dengan mencuci tidak akan menghilangkan sisa residu yang menempel tersebut. Walaupun perokok telah menjaga jarak dengan tidak merokok didalam ruangan, namun residu dari asap rokok tetap dapat menepel pada berbagai barang yang ada disekitarnya.

Baru-baru ini, Badan kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan laporan yang menyatakan bahwa pada tahun 2030 satu dari tiga manusia akan meninggal akibat penyakit yang disebabkan oleh rokok. Hasil penelitian WHO yang bekerjasama dengan US National Cancer Institute tersebut juga menyatakan selama 2013-2014 biaya yang dikeluarkan akibat membakar tembakau tersebut diperkirakan mencapai US$269 miliar.

“Rokok bertanggung jawab akan sekitar lebih dari US$1 trilun biaya pengobatan kesehatan dan kehilangan produktivitas setiap tahunnya,” kata penelitian yang melibatkan lebih dari 70 pakar ilmiah itu.

Artikel Terkait :

LEAVE A COMMENT

theme by teslathemes