Single post

Dampak Negatif Rokok Terhadap Otak

Anda pasti telah mengetahui bahaya dari merokok terhadap kesehatan. Dampak negatif merokok terhadap tubuh memang sudah menjadi rahasia umum dan sebagian besar mengetahuinya. Namun, hal tersebut tidak menjadikan mereka, khususnya para perokok aktif merasa takut jika salah satu dampak merokok tersebut terjadi pada tubuh mereka.

Ada banyak bahaya yang dapat ditimbulkan oleh rokok terhadap tubuh, salah satunya adalah pada otak. Otak merupakan organ tubuh yang sangat penting bagi manusia. Otak manusia terdiri dari 100 miliar lebih saraf yang masing-masing terhubung dengan 10.000 saraf lain. Otak adalah organ tubuh penting yang merupakan pusat pengendalian sisten saraf pusat.

 

Dampak Negatif Rokok Terhadap Otak

 

Namun, disadari atau tidak, kebiasaan hidup sehari-hari, seperti merokok menjadikan otak mengalami kerusakan setiap harinya. Kandungan nikotin yang ada dalam rokok merupakan senyawa organik alami yang terdapat dalam daun tembakau. Nikotin sangat mudah diserap oleh tubuh manusia dan bersifat sangat adiktif.

Melalui paru-paru dan alveoli, nikotin masuk ke dalam tubuh. Alveoli merupakan bagian paru-paru yang dimana didalamnya terjadi pertukaran oksigen dengan karbondioksida dalam proses pernapasan. Saat asap rokok dihirup ke dalam paru-paru, maka nikotin akan berpindah melalui alveoli ke dalam aliran darah, dan dalam waktu 15 detik senyawa tersebut diangkut ke seluruh tubuh dan otak.

Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh peneliti di Montreal Neurological Institute di McGill University menyebutkan bahwa rokok bisa merusak kerja otak. Hal tersebut tentu merupakan dampak yang berbahaya, terlebih lagi dalam jangka waktu yang lama rokok dapat membahayakan kehidupan kita.

Merokok dapat membuat lapisan cortex yang merupakan bagian paling luar dari otak yang bertugas menyimpan ingatan, kemampuan bahasa, dan persepsi yang ada didalam otak mengecil. Selain itu, penelitian juga mengungkapkan, meskipun tidak sama seperti sebelumnya, kondisi lapisan cortex dapat kembali dengan berhenti merokok.

Baca Juga : Dampak Terbaru Menjadi Perokok Pasif

Mantan perokok dan perokok yang berusia 75 tahun memiliki lapisan cortex yang lebih tipis dari pada mereka yang tidak pernah merokok. Maka dari itu, perokok yang berusia 75 tahun lebih mudah lupa terhadap ingatan.

Namun, tidak semua mantan perokok memiliki lapisan cortex yang lebih baik, karena setelah mereka merokok, maka mereka tidak akan memiliki lapisan cortex seperti semula. Mereka yang telah merokok selama 20 tahun memiliki lapisn cortex yang lebih tipis dan juga mudah rapuh. Karena, akibat proses penuaan, lapisan cortex memang dapat menipis secara alami. Namun, bagi seorang perokok, proses rapuhnya lapisan cortex akan lebih cepat jika dibandingkan dengan mereka yang bukan seorang perokok. Maka dari itu, perokok lebih memiliki ingatan yang kurang baik daripada mereka yang tidak pernak merokok.

Seharunya, para perokok lebih mengetahui dampak negatif rokok terhadap otak yang dapat membuat lapisan cortex semakin menipis dan mengakibatkan menurunkan kemampuan berpikir seseorang.

Begitu banyak dampak yang dapat ditimbulkan akibat merokok pada tubuh kita. Maka dari itu, menghentikan kebiasaan merokok sekarang juga merupakan pilihan yang sangat tepat untuk menjaga kesehatan agar lebih baik. Tidak hanya kesehatan paru-paru, namun juga kesehatan otak dan juga kemampuan berpikir Anda.

LEAVE A COMMENT

theme by teslathemes