Single post

Mengerikan! Ini Efek Buruk Rokok Bagi Perokok Remaja

Mengerikan! Ini Efek Buruk Rokok Bagi Perokok Remaja,- Telah banyak diketahui jika merokok memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan. Bahkan, bukan hanya bagi perokok itu sendiri, tetapi juga bagi lingkungan dan orang-orang yang ada di sekitarnya.

Saat ini, bukan hanya pria dewasa saja yang merokok, tetapi banyak juga remaja bahkan anak-anak yang sudah mulai merokok. Lalu, bagaimana dampak merokok bagi remaja ?

Efek Buruk Rokok

Efek Buruk Rokok Ternyata Lebih Mengerikan Bagi Perokok Remaja

Banyak penelitian yang telah berhasil membuktikan efek buruk rokok bagi kesehatan. Lalu, bagaimana dampak merokok bagi remaja ?

Para perokok yang memulai kebiasannya sejak usia remaja ternyata memiliki efek yang lebih buruk jika dibandingkan dengan mereka yang merokok pada usia yang lebih tua.

Temuan yang terbit di Cell Reports ini menjelaskan bahwa paparan nikotin sejak remaja dapat mengubah cara otak merespon sistem imbalan otak yang bertanggungjawab memberikan emosi positif serta membuat perokok rentan menyalahgunakan alkohol. Hasil temuan ini muncul setelah para peneliti mengamati efek paparan nikotin pada aktivitas otak dan perilaku tikus.

Tim peneliti yang dipimpin oleh John Dani, ketua Neuroscience di Perelman School of Medicine, Universitas Pennsylvania, menguji 3 kelompok tikus untuk penelitian ini. Kelompok pertama adalah tikus yang diberikan suntikan nikotin setiap harinya sejak masih muda.

Kelompok kedua merupakan tikus yang diberi suntikan nikotin setiap hari pada saat sudah tua. Sedangkan kelompok ketiga adalah kelompok variabel kontrol, dimana tikus yang dibesarkan tanpa paparan nikotin sedikitpun.

Ketika semua tikus sudah dewasa, ketiga kelompok tersebut dibiarkan mendapatkan minuman alkohol. Hasilnya, tikus yang sudah terkena paparna nikotin sejak muda akan meminum lebih banyak alkohol dibandingkan dengan tikus pada kelompok 2 dan 3.

Studi ini selanjutnya juga mengamati aktivitas otak dari ketiga kelompok tikus tersebut, khususnya bagian neurotransmiter GABA. Neurotransmiter ini memiliki tugas untuk mengatur emosi dan kecemasan serta menenangkan aktivitas otak tertentu.

Tim Dani menemukan jika nikotin dapat mengubat neurotransmiter GABA pada kelompok pertama. Perubahan ini memengaruhi sistem imbalan pada otak tikus yang memicu tikus untuk meminum alkohol lebih banyak.

Meskipun diujicobakan pada tikus, Dani mengatakan jika penelitiannya ini memiliki implikasi yang penting bagi manusia. Terutama saat ini banyak anak remaja yang menggunakan rokok eletrik atau vape yang juga memiliki kandungan nikotin.

Dani juga mengatakan jika sudah banyak bukti bahwa efek nikotin pada remaja berhubungan juga dengan penggunaan obat-obatan adiktif. Masalah ini diperparah dengan konsumsi rokok elektrik yang menjadi pilihan para remaja.

Artikel terkait :

LEAVE A COMMENT

theme by teslathemes