Single post

Kebiasaan Ini Memiliki Dampak yang Sama Dengan Merokok

Perokok Berat,- Ada berbagai penelitian yang telah membuktikan bahaya dari merokok, mulai dari gangguan pada sistem pernapasan, penyakit jantung, bahkan hinga menyebabkan kanker. Menjalankan gaya hidup sehat dengan menjauhi rokok merupakan hal yang dapat menguntungkan dan membantu menjaga kesehatan tubuh.

Namun, meskipun tidak merokok, Anda mungkin juga bisa mengalami beberapa dampak yang sama akibat merokok. Pasalnya mungkin saja Anda sering melakukan beberapa kebiasaan yang memiliki dampak yang sama dengan merokok. Kebiasaan apa sajakah itu ?

Kebiasaan Ini Memiliki Dampak yang Sama Dengan Merokok

Berikut beberapa kebiasaan yang memiliki dampak yang sama dengan merokok :

Kurang Tidur

Kurang tidur kronis dapat memicu tekanandarah tinggi, serangan janung, stroke, obesitas, dan sejumlah masalah kesehatan lainnya. Bahkan sejumlah studi menemukan bahwa tidur yang kurang dari 6 atau 7 jam dapat meningkatkan risiko kematian, setara dengan risiko kematian para perokok. Jangan pernah menganggap sepele kelelahan yang Anda alami. Jika Anda merasakannya, segera ambil waktu untuk beristirahat. Jika Anda mengalami gangguan tidur, segera lakukan konsultasi dengan dokter spesialis.

Duduk Dalam Waktu Lama

Walaupun dilain waktu aktif bergerak, namun duduk yang terlalu lama dihubungkan dengan berbagai masalah kesehatan. Menurut Alberta Health Services Cancer Care di Kanada, terlalu lama duduk terkait dengan kanker payudara, kanker usus besar, kanker prostat, dan kanker paru-paru setiap tahunnya. Menurut mereka, jumlah orang yang terkena penyakt akibat terlalu lama duduk sekitar 2/3 kasus kanker akibat rokok.

Tanning Indor

Ini merupakan salah satu metode untuk menggelapkan kulit yang dilakukan di dalam ruangan tertutup. Meskipun memiliki hasil yang sangat baik dan instan, sayangnya cara ini dapat merangsang pertumbuhan sel-sel kanker menjadi tidak normal yang menyerang sel kulit. Para ahli sepakat menyebutkan bahwa metode ini sebaiknya dihindari untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga : Obat untuk Meredakan Sesak Napas Pada Perokok Pasif

Terlalu Banyak Mengonsumsi Daging dan Keju

protein hewani kaya akan IGF-1, yaitu hormon pertumbuhan yang dapat meningkatkan pertumbuhan sel-sel kanker. Dalam studi yang dipublikasikan oleh University of Southern California, Amerika Serikat, orang yang mengonsumsi protein hewani selama usia pertengahan 4 kali lipat terkena kanker dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi makanan rendah protein. Risiko tersebut sama dengan risiko yang ditimbulkan oleh rokok.

Untuk menghindarinya, Anda bisa mengganti sumber protein hewani dengan protein nabati yang bisa didapatkna dari kacang-kacangan, yangmemiliki protein setara dengan beberapa daging, serta tidak memicu peningkatan risiko kanker.

Penggunaan Minyak yang Salah

Studi menunjukkan bahwa memasak dengan minyak kedelai (biasanya hany disebut dengan minyak sayur) dapat melepaskan partikel, aldehida, dan hodrokarbon aromatik polisklik. Semua senyawa ini juga terdapat dalam asap rokok dan terkait dengan radang pernapasan.

Memasak dengan Gas Alam

Setiap kali Anda memasak makanan dengan kompor gas, maka dapat menghasilkan karbon monoksida, nitrogen dioksida, dan formaldehid yang juga terdapat pada asap rokok. Sebuah studi pada Desember 2013 yang diterbitkan oleh Environmental Health Perspectives menyatakan, bahwa kadar ketiga kontaminan tersebut melebihi kadar yang diperbolehkan oleh para ahli kesehatan jika Anda menggunakan kompor gas secara teratur. Untuk mencegah hal tersebut, buka ventilasi atau jendela saat menggunakan kompor gas. Ventilasi dapat mengurangi tingkat polutan oleh 60 hingga 90%.

LEAVE A COMMENT

theme by teslathemes