Single post

Mengetahui Jenis Pengobatan Baru untuk Kanker Paru-Paru

Mengetahui Jenis Pengobatan Baru untuk Kanker Paru-Paru,- Kanker dalam berbagai bentuknya menjadi penyakit yang menakutkan di seluruh dunia. Bagi yang mengidap kanker, perkembangan sel tak terkendali yang berada di dalam tubuh bisa berujung pada kematian.

Diantara semua jenis kanker, kanker paru merupakan yang paling banyak dijumpai. Dari 10 penderita kanker paru, 8 orang diantaranya meninggal dunia di tahun yang sama. Harapan hidup pasien kanker paru pun tidak kunjung naik. Median survival time atau rata-rata harapan hidup penderita kanker paru yaitu 10 bulan saja. Selain harapan hidup, masih ada time to progression, yaitu masa ‘tenang’ hingga suatu kanker timbul kembali. Jika ini terjadi, maka harus diobati dengan cara lain.

Tidak hanya pengobatan saja, namun ada pula yang perlu diperhatikan yaitu kualitas hidup. Pasalnya, percuma jika pengobatan kanker paru menunjukkan hasil tang baik tetapi membuat pasien menderita.

Secara umum, ada dua jenis pengobatan kanker, yaitu yang bersifat lokal dan sistemik. Pengobatan yang bersifat lokal diantaranya operasi dan radioterapi. Operasi hanya bisa dilakukan pada kanker stadium dini (1 dan 2). Sedangkan untuk sistemik, tersedia pilihan modalitas kemoterapi, terapi target dan yang terbaru yaitu imunoterapi. Untuk kanker paru sendiri, kemoterapi menggunakan dua jenis obat berbasis platinum.

Kemoterapi bersifat umum. Artinya dia mengejar semua jenis sel tanpa memilih. Hal inilah yang membuat dampak kemoterapi cukup berat seperti rambut rontok dan lain-lain.

Namun, kini telah tersedia apa yang disebut dengan imunoterapi. Seperti terapi target, obat ini juga bekerja secara spesifik. Bedanya, ia bekerja di level imunologi, bukan mutase gen. Adalah obat anti PD-1, imunoterapi pertama yang tersedia untuk kanker paru. Sel T imun kita memiliki PD-1 (programmed cell death-1), reseptor yang akan memicu terjadinya apoptosis pada sel.

Namun, sel kanker begitu pintar, jenis kanker tertentu mengembangkan mekanisme pertahanan dengan menciptakan ligan PD-L1. Ketika PD-1 milik sel T menempel di permukaan sel kanker, terjadilah ikatan dengan PD-L1. Ikatan ini membuat PD-1 menjadi tidak aktif, sehingga tidak bisa memicu apoptosis sel kanker. Mekanisme inilah yang dipotong oleh imunoterapi anti PD-1. Dengan dibloknya ikatan antara PD-1 dengan PD-L1, maka PD-1 kembali bisa bekerja dan sel kanker pun bisa diprogram untuk melakukan bunuh diri.

Tidak semua sel kanker memiliki PD-1. Kanker paru jenis bukan sel besar (KPKBSK) termasuk yang emmilikinya. Maka dari itu, sebelum diberikan anti PD-1, harus dilakukan dulu pemeriksaan imunohistokimia untuk melihat protein PD-1 pada sel kanker.

Pengobatan dengan imunoterapi sudah masuk dalam panduan Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) untuk pengobatan kanker paru. Jika dengan pemeriksaan ditemukan PD-L1 > 50%, maka obat anti PD-1 bisa langsung diberikan sebagai terapi lini pertama. Namun, jika nilainya < 50%, bisa diberikan nanti. Atau mungkin setelah tidak lagi merespon terhadap kemoterapi dan terapi target.

Anti PD-1 diberikan secara infus, setiap 3 minggu. Penelitiannya, bisa digunakan hingga 1 tahun. Obat ini sudah masuk ke Indonesia sejak Juni 2017. Kini masih dilakukan persiapan si 14 center di Indonesia untuk bsia melakukan pemeriksaan imunohistokimia untuk PD-L1.

Anti PD-1 merupakan pilihan modalitas baru. Semakin banyak modalitas pengobatan yang digunakan, maka akan semakin besar pula harapan hidup bagi penderita.

LEAVE A COMMENT

theme by teslathemes