Single post

Merokok Ganja Tingkatkan Risiko Kematian Akibat Hipertensi

Merokok Ganja Tingkatkan Risiko Kematian Akibat Hipertensi,- Ganja atau Cannabis sativa merupakan salah satu jenis narkoba yang paling banyak digunakan di Indonesia. Dibandingkan dengan jenis narkoba lain, ganja dianggap sebagai yangpaling ringan tingkat bahayanya. Namun awas, melinting atau merokok ganja sebagai caraiseng bisa meningkatkan risiko kematian dini akibat komplikasi hipertensi.

Sebuah penelitian asal Georgia State University di Amerika Serikat yang telah dipublikasikan di European Journal of Preventive Cardiology, melaporkan bahwa risiko kematian seseorang akibat komplikasi hipertensi meningkat hingga 3 kali lipat jika ia rutin mengisap daun ganja dalam jangka panjang, dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah mengisap daun ganja.

Ini bukanlah hal yang mengejutkan. Di dalam tubuh, ganja bekerja memengaruhi sistem saraf simpatetik di otak yang berfungsi mengatur kerja jantung dan pembuluh darah. 3 jam setelah mengonsumsi ganja, detak jantung akan meningkat, yang kemudian akan ikut meningkatkan tekanan darah.

Dalam jangka panjang, efek ganja dapat menyebabkan ketidakstabilan irama jantung (aritmia). Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dikemudian hari.

Jantung yang berdetak terlalu cepat tidak bisa memompa dengan maksimal. Akibatnya, aliran darah justru stagnan sehingga akhirnya menggumpal. Ketika darah menggumpal, maka akan menyumbat arteri otak dan menyebabkan stroke iskemik.

Begitu pila denagn tekanan darah yang tinggi. Ketika tekanan darah terlalu tinggi dalam jangka panjang, maka bisa membuat pembuluh darah pecah dan menyebabkan stroke hemoragik. Keluhan nyeri dada dan serangan jantung setelah mengonsumsi ganja pun sudah pernah dilaporkan sebelumnya.

Disamping dapat tingkatkan risiko kematian akibat hipertensi, merokok ganja dalam jangka panjang juga dihubungkan dengan risiko perkembangan gejala depresi dan/atau psikotik seperti pada penyakit skizofrenia.

Selain itu, meroko ganja juga bisa menyebabkan masalah pernapasan yang sama dengan merokok. Komponen pada ganja dapat menyebabkan paru-paru teriritasi sehingga menimbulkan batuk, produksi dahak yang berlebihan, hingga tingginya risiko menderita penyakit paru-paru seperti pneumonia.

Efek jangka panjang penggunaan ganja baik pada pria ataupun wanita dapat berpengaruh pada kesuburan. Para pria dapat menyebabkan turunnya kadar hormon testosteron sehingga berdampak pada berkurangnya jumlah sperma. Tidak hanya itu, risiko menderita disfungsi ereksi hingga kanker testis juga menjadi lebih tinggi. Pada wanita, merokok ganja bisa menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur.

 

Baca juga :

LEAVE A COMMENT

theme by teslathemes