Single post

Meskipun Tanpa Nikotin Rokok Elektrik Tetap Bisa Rusak Paru

Meskipun Tanpa Nikotin Rokok Elektrik Tetap Bisa Rusak Paru,- Rokok elektrik atau vape sekarang banyak digemari oleh kalangan anak muda. Banyak yang menyebutkan bahwa vape lebih aman dibandingkan dengan rokok biasa. Benarkah demikian ?

Vape sendiri tidak menggunakan tembakau dan biasanya berisi cairan dengan berbagai rasa, seperti vanili dan kayu manis. Walaupun diyakini tidak mengandung nikotin, tetapi rokok elektrik tetap bisa merusak paru-paru.

Dalam sebuah studi di Amerika, para peneliti meneliti apa yang terjadi dengan monosit atau sejenis sel darah putih, ketika terpapar bahan kimia penambah rasa yang digunakan pada rokok elektrik cair yang sedang popular. Cairan-cairan tersebut tidak mengandung nikotin, tetapi bahan kimia dari penambah rasa yang terkandung didalamnya tampaknya bisa meningkatkan penanda biologis (biomarker) untuk menandai adanya pembengkakan dan kerusakan jaringan. Beberapa diantaranya yaitu bisa mematikan sel-sel.

Seiring dengan berjalannya waktu, jenis kerusakan sel itu bisa mengakibatkan berbagai masalah paru-paru, seperti fibrosis,  penyakit paru obstuktif kronis, dan asma. Cairan rokok elektrik bebas nikotin umumnya dianggap aman. Namun, damapk dari bahan kimia penambah rasa, terutama pada sel-sel kekebalan tubuh, belum pernah diteliti secara luas.

Studi ini menunjukkan meskipun zat-zat penambah rasa dianggap aman untuk pencernaan, tetapi tidak aman untuk dihisap. Walaupun cairan elektrik tidak mengandung nikotin, tetapi paru-paru masih bisa terpapar bahan kimia penambah rasa ini ketika cairan dipanaskan dan uapnya dihisap.

Para peneliti menyebutkan dalam catatan yang diterbiktan di Jurnal Frontiers in Phsyology, karena bahan-bahan kimia dalam penambah rasa dianggap aman untuk dikonsumsi, maka rokok elektrik sering dipromosikan sebagai alternatif rokok tradisional.

Ketika para peneliti memberi paparan cairan rokok elektrik pada sel-sel paru manusia di laboratorium, sel-sel tersebut meningkatkan produksi zat-zat kimia yang menyebabkan pembengkakan dan bisa berdampak menimbulkan kerusakan pada paru-paru. Racikan berbagai rasa yang ditawarkan, seperti vanili dan kayu manis, terlihat paling beracun untuk sel-sel paru-paru.

Baca juga : Ternyata Vape Mengadnung Zat Arsenik dan Timah

Para peneliti menyebutkan jika studi ini memiliki keterbatasan, diantaranya eksperimen yang dijalankan tidak melibatkan orang-orang yang menggunakan rokok elektrik danmenghirup cairan elektrik tersebut. Studi ini juga tidak memberikan gambaran utuh mengenai keamanan rokok elektrik atau membahas potensi masalah kesehatan jangka panjang yang mungkin timbul setelah penggunaan jangka panjang.

Peneliti menyimpulkan, walaupun penelitian yang lebih banyak diperlukan untuk memahami apa yang terjadi pada sel-sel paru-paru ketika orang menggunakan vape, namun hasil penelitian menunjukkan bahwa ciaran rokok elektrik harus diatur penjualannya dan dipasang label yang jelas untuk memberikan informasi racikan rasa yang digunakan.

diperkirakan semakin kompleks racikan atua paparan dalam dosis tinggi, maka semakin besar dampak kerusakan pada sel-sel yang diisolasi di laboratorium. Walaupun sampai saat ini bukti-bunti menunjukkan rokok elektrik mungkin kurang berbahaya, dibandingkan dengan rokok tradisional, namun alangkah baiknya para pengguna memperhatikan apa yang terkandung dalam cairan rokok elektrik yang dihirup.

LEAVE A COMMENT

theme by teslathemes