Single post

Metode Berhenti Merokok yang Efektif Menurut Studi Ilmiah

Metode Berhenti Merokok yang Efektif Menurut Studi Ilmiah,- Menghentikan kebiasaan merokok memang bukanlah hal yang mudah. 90% dari mereka akan mulai merokok lagi meskipun sudah berupaya yang terbaik. Untuk berhenti merokok, yang terbaik adalah dengan menyiapkan mental terlebih dahulu.

Oleh para ahli kesehatan, berhenti merokok dianggap sebagai salah satu upaya kebiasaan kesehatan yang paling sulit untuk ditempuh. Namun, kabar baiknya, penelitian dan praktik di lapangan memberi harapan bagi para perokok yang ingin menghentikan kecanduannya.

Untuk membantu orang-orang yang ingin berhenti, pada ilmuwan telah meneliti dengan minat yang besar, metode apa yang dapat membantu. Berikut ini beberapa pilihan yang telah terbukti secara uilmiah cukup efektif membantu para perokok yang ingin berhenti, setidaknya selama beberapa waktu, diantaranya :

  • Disiplin

Hanya yang paling disiplin yang dapat berhenti tanpa bantuan. Studi menunjukkan, hanya sekitar 4-7% peroko yang dapat melakukannya tanpa bantuan tambahan. Jika Anda inginmencoba metode ini, yang terbaik adalah harus siap mental terlebih dahulu dan benar-benar berkomitmen untuk berhenti. Selain itu, bersia-siap untuk menahan gejala kecanduan.

Para anggota di QuitSmokingCommunity.org menyarankan untuk minum air putihketika gejala mulai timbul. Atau alihkan perhatian pada sesuatu yang lain. Misalnya, pergi jalan-jalan atau ngobrol dengan seseorang. Cobabernapas dalam-dalam dan perlahan-lahan serta berpikir tentang tekad Anda untuk berhenti. Ini akan sulit, namun perasaan tersebut akan berlalu.

Satu hal lain yang bisa membantu adalah untuk meminta dukungan. Biarkan teman-teman dan keluarga tahu, bahwa Anda sedang mencoba untuk berhenti merokok, sehingga mereka bisa memberikan dukungan kepada Anda.

  • Insentif keuangan

Keuntungan finansial dari berhenti merokok mungkin bisa menjadi pilihan pertama, terutama jika Anda berisiko kehilangan uang dalam jumlah banyak jika terus merokok. Sebuah studi yang dimuat di New England Journal of Medicine menunjukkan hasil yang menjanjikan terkait keuntungan finansial ini.

Penelitain ini melibatkan sekitar 2.500 perokok yang terdaftar dalam program CVS Caremark. Para peneliti menemukan orang-orang yang mendapat insentif keuangan untuk berhenti memiliki, mencatat keberhasilan yang luar biasa, setidaknya setelah 12 bulan mencoba.

Program yang paling sukses adalah ketika peserta emndapat insentif sebanyak 150 USD di awal dan dijanjikan tambahan 650 USD jika berhasil berhenti merokok. Mereka juga mendapat akses ke program konseling gratis dan ditawarkan terapi pengganti nikotin seperti permen karet atau patch. Pada akhir penelitian, tercatata ada 52,3 % peserta yang berhasil berhenti. Kelompok terbesar berikutnya mendapat insentif 800 USD dan sumber daya lainnya. Hanya 17,1% yang sukses dengan insentif yang lebih besar tapi tidak ada potensi kerugian bagi para peserta.

  • Terapi pengganti nikotin (NRT)

Inhaler, semprotan hidung, pelega tenggorokan, gusi dan patch kulit yang mengandung sedikit nikotin dalam jumlah terukur, memang dirancang untuk membantu perokok untuk menagtasi kecanduannya. Nampaknya, alat-alat ini bisa membantu.

Sebuah tinjauan literatur ilmiah yang mengevaluasi lebih dari 150 tes yang berbeda yang meneliti perangkat-perangkat ini (dengan lebih dari 50.000 orang pengguna) menunjukkan, perokok bisa berhenti dari kecanduannya jika mereka 50-70% lebih sering menggunakna alat-alat ini.

Tidak ada satu metode yang tampaknya bekerja lebih baik daripada yang lain, juga perangkat ini tidak bekerja lebih baik atau lebih buruk jika dibarengi konseling.

Baca Juga : Terapi NRT untuk Bantu Hilangkan Kebiasaan Merokok

  • Obat resep

Konsultasikan dengan dokter jika Anda ingin berhenti merokok dengan bantuan obat. Obat akan lebih berhasil jika digunakan bersama dengan NRT. Selain obat-obatan seperti bupropion, ada juga yang disebut varenicline, atau lebih dikenal dengan nama merk Chantix. Obat-obatan ini bekerja dengan menargetkan reseptor nikotin di otak.

Beberapa penelitain menunjukkan, dengan penggunaan obat, kemungkinan berhasil akan meningkat 2 kali lipat dibandingkan jika tanpa obat.

  • Ajak pasangan

Ini khusus bagi pasangan perokok. Cinta dapat membantu Anda melalui fase sulit berhenti merokok, menurut sebuat studi yang dimuat di jurnal JAMA Internal Medicine.

Terdapat hampir 50% pria berhenti merokok jika pasangan mereka juga ikut berhenti. Bandingkan dengan hanya 8% keberhasilan pada pria dan pasangannya belum berhenti merokok.

LEAVE A COMMENT

theme by teslathemes