Single post

Mewaspadai Bahaya Tar yang Terkandung dalam Rokok

Mewaspadai Bahaya Tar yang Terkandung dalam Rokok,- Sebagian orang mungkin sudah mengetahui jika kandungan nikotin yang ada dalam rokok bisa menimbulkan bahaya bagi kesehatan, seperti adiksi dan keracunan. Persepsi ini nyatanya masih cukup kuat melekat dalam benak masyarakat luas. Hal ini dikarenakan belum dipahaminya betul mengenai apa sebenarnya nikotin itu sehingga dikatakan berbahaya.

Masyarakat juga percaya bahwa zat yang paling berbahaya dari konsumsi produk tembakau adalah nikotin, padahal hal tersebut salah. Hal ini menimbulkan kekeliruan persepsi dari pengertian nikotin itu sendiri. Pakar menyebutkan penyakit dan kematian akibat rokok bukan disebabkan oleh nikotin.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran Bandung, Prof Dr drg Achmad Syawqie, menyebutkan jika para rokok, tar lebih berbahaya dibandingkan dengan nikotin. Sayangnya, pemahaman masyarakat soal hal ini dinilai masih kurang, dan lebih takut pada nikotin daripada tar.

Apa perbedaan nikotin dan tar ? dan manakah yang lebih berbahaya ?

Merujuk pada penggolongan senyawa, nikotin adalah senyawa kimia organik kelompok alkaloid yang dihasilkan secara alami pada berbagai macam tubuh, seperti suku terung-terungan (solanaceae), tembakau, dan tomat serta kafein. Senyawa kimia alkaloid ini memiliki efek kuat dan bersifat stimulan terhadap tubuh manusia.

Jika dikonsumsi secara terus menerus dalam jangka panjang, nikotin akan menyebabkan efek kecanduan, namun tidak memicu berbagai penyakit yang biasa disebutkan pada kemasan rokok.

Sedangkan, tar adalah senyawa kimia dan kumpulan bahan kimia yang akan beredar dalam asap hasil pembakaran. Selain rokok, tar juga dihasilkan dari pembakaran batubara, minyak bumi, gambut, dan kayu.

Selama ini, orang lebih banyak mendiskusikan mengenai bahaya nikotin yang menyebabkan kecanduan. Padahal, tar jauh lebih berbahaya karena mengandung zat-zat karsinogenik yang dihasilkan dari pembakaran rokok/

Penetahuan yang rendah ini dikhawatirkan dapat berakibat pada kesalahpahaman masyarakat dalam menentukan pilihannya, utamanya yang berhubungan dnegan dampak dari produk tembakau. Apakah mereka akan tetap mengonsumsi produk tembakau yang dibakar, atau mempertimbangkan untuk beralih pada produk tembakau alternatif yang tidak menghasilkan tar.

Tar merupakan sebutan umum pada zat-zat yang merupakan residu dari pembakaran rokok. Tar merupakan penyebab perokok kerap mengalami masalah jantung dan pernapasan, dan juga zat yang dapat menyebabkan kanker.

Atas dasar ini, Prof Syawqie membentuk koalisi organisasi yang memberi perhatian khusus terhadap bahaya tar. Koalisi Indonesia Bebas Tar (KABAR) bertujuan untuk mengedukasi masyarakat.

Koalisi ini berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi atas permasalahan damapk rokok bagi kesehatan, dengan mengedepankan informasi berbasis penelitian ilmiah dan teknologi demi mengatasi dampak buruk tar melalui produk tembakau alternatif.

 

Baca juga :

LEAVE A COMMENT

theme by teslathemes