Single post

Penyakit Mematikan Akibat Rokok yang Perlu Diwaspadai

Penyakit Mematikan Akibat Rokok yang Perlu Diwaspadai,- Rokok dan asapnya memang diketahui dapat menjadi penyebab timbulnya berbagai penyakit yang beberapa diantaranya bahkan terbilang mematikan. Terdapat banyak komponen mengerikan dalam sebatang rokok. Sel-sel dalam tubuh akan mengalami perubahan dan sewaktu-waktu bisa menyebabkan penyakit.

Bahkan, bukan hanya perokok aktif saja, perokok pasif juga berisiko mengalami berbagai dampak paparan asap rokok. Dan berikut ini merupakan penyakit mematikan akibat rokok yang perlu diketahui dan diwaspadai, dinataranya adalah :

  • Penyakit jantung koroner dan stroke

Di Indonesia saat ini banyak timbul kejadian penyakit jantung koroner dan stroke yang menyerang orang yang berusia dibawah 40 tahun. Penyakit yang biasanya terjadi pada orang tua ini menajdi timbul pada usia muda karena dipicu oleh rokok. Dan pada orang usia muda yang mengalami salah satu penyakit ini, kematian mendadak (sudden death) sering kali terjadi.

  • Kanker paru-paru

Sudah menjadi rahasia umum jika rokok merupakan penyebab utama dari penyakit kanker paru. Sekitar 90% kasus kanker paru terjadi pada orang yang terbiasa menghirup paparan asap rokok. Pada stadium awal, gejala kanker paru tidak khas, yaitu berupa batuk yang hilang timbul. Namun, lama kelamaan batuk akan semakin berat, disertai dengan penurunan berat badan yang drastis dan sesak napas.

Studi membuktikan bahwa hanya 1 dari 5 orang penderita kanker paru yang dapat bertahan hidup dan sembuh. Sedangkan sisanya akan meninggal dunia akibat penyakit tersebut.

  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)

PPOK merupakan penyakit paru yang ditandai dengan sesak napas yang makin lama makin memberat. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit khas yang hanya terjadi kepada orang yang terpapar asap rokok. Awalnya PPOK hanya menunjukkan gejala berupa batuk berdahak yang tak kunjug sembuh, dan lama-kelamaan gejalanya disertai dengan sesak napas.

Penderita penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) berat biasanya sulit untuk melakukan aktivitas layaknya orang pada umumnya. Biasanya jalan kaki atau naik tangga 1 lantai saja sudah menimbulkan rasa sesak. Jika PPOK sudah terjadi, maka tidak ada obat untuk memulihkan kondisi paru penderita. Kondisi ini akan tetap bertahan seumur hidup.

  • Gangguan kesuburan

Paparan asap rokok bisa menyebabkan gangguan kesuburan, baik pada laki-laki ataupun perempuan. Pada laki-laki, asap rokok menyebabkan testis tak dapat membuat sperma dengan baik. Sperma yang dihasilkan menjadi lebih sedikit, bentuknya tidak normal, dan gerakannya lambat. Sedangkan pada perempuan, asap rokok menyebabkan indung telur tidak dapat mengeluarkan sel telur pada waktunya sehingga kesuburan pun terganggu.

  • Bayi lahir prematur dan keceradasan rendah

Paparan asap rokok pada ibu hamil rentan memengaruhi janinnnya. Hal ini bisa terjadi karena paparan asap rokok akan mengganggu suplai oksigen dari ibu ke janinnya. Akibatnya, janin tidak tumbuh dan berkembang dengan optimal. Janin menjadi berukuran lebih kecil dibandingkan dengan yang seharusnya, perkembangan otaknya terganggu, dan berpotensi untuk lahir prematur atau lahir dengan berat badan lahir di bawah normal.

  • Penyakit Buerger

Penyakit Buerger merupakan kondisi yang ditandai dengan nyeri hebat di anggota gerak (lengan dan tungkai), disertai dengan pembusukan pada ujung-ujung jari. Kondisi ini hanya terjadi pada orang yang terpapar oleh asap rokok secara terus-menerus. Penyakit ini sulit untuk disembuhkan. Tak jarang, penderitanya harus menjalani operasi amputasi karena pembusukan terjadi secara terus-menerus.

  • Age-related macular degeneration (ARMD)

ARMD merupakan kelainan pada retina mata yang biasanya terjadi pada orang tua yang terpapar asap rokok dalam waktu yang lama. ARMD menyebabkan penurunan fungsi penglihatan yang tak dapat disembuhkan. Bahkan penderitanya bisa mengalami kebutaan karena penyakit ini. Sekali ARMD sudah trajdi, maka kondisi tersebut akan berlangsung seumur hidup.

LEAVE A COMMENT

theme by teslathemes