Single post

Perubahan yang Terjadi pada Tubuh Saat Berhenti Merokok

Perubahan yang Terjadi pada Tubuh Saat Berhenti Merokok

Rokok merupakan salah satu benda paling tidak sehat untuk tubuh. Produk tembakau ini telah dikaitkan dengan berbagai penyakit mematikan, seperti kanker, masalah janung danm pernapasan. Namun, dampak bahaya kimia yang dihirup dari sokok bisa pulih ketika Anda berhasil berhenti merokok.

Berhenti merokok merupakan cara terbaik untuk bisa pulih dari racun rokok. Sayangnya, berkat sifat adiktif nikotin, menghentikan kebiasaan merokok bisa sangat sulit bagi beberapa orang. Beberapa kekurangan motivasi, bahkan ada juga yang mudah kambuh karena stress atau faktor-faktor lain dan kemudian harus memulai proses berhenti merokok dari awal lagi. Berhenti merokok juga semakin sulit dilakukan karena adanya efek balikan (withdrawal) yang membaut para perokok merasa tersiksa saat tidak bisa menghisap tembakau. Efek balikan yang dirasakan saat sedang berusaha berhenti merokok diantaranya adalah :

Pencernaan. Perokok mungkin akan mengalami mulas, gangguan pencernaan, mual, dan diare. Gejala biasanya bertambah buruk sebelum akhirnya mulai membaik.

  • Pernapasan, meliputi sinus mampet, batuk, dahak, dan suara serak.
  • Peredaran darah. Hal ini mungkin akan menyebabkan perokok merasa pusing, kaku, atau bahkan kesemutan di jari-jari kaki dan tangan.
  • Tidur. Gangguan insomnia mungkin bisa dialami oleh perokok.

Berhenti merokok memang tidak semudah seperti yang dibayangkan. Namun, dengan mengetahui dampak yang terjadi pada tubuh perokok setelah berhenti merokok mungkin akan membantu menguatkan para perokok untuk bisa berhenti.

Perubahan yang Terjadi pada Tubuh Saat Berhenti Merokok

Begitu berhenti merokok, tubuh akan segera mendapatperubahan positif. selama 20 menit berhenti merokok, denyut jantung akan kembali normal. Setelah 2 jam, baik denyut jantung dan tekanan darah akan kembali normal. Hal ini dikarenakan kadar nikotin dalam sistem tubuh perlahan-lahan akan berkurang.

Antara 2 hingga 12 jam setelah rokok terakhir, umumnya tubuh mulai memasuki masa-masa terberat karena ada dorongan yang kuta untuk kembali merokok. Keinginan untuk kembali memasukkan nikotin biasanya akan mencapai puncaknya sekitar 3 hari setelah berhenti. Itu artinya, pada periode tersebut kemungkinan seseorang akan mengalami sakit kepala, mual, hingga mudah marah. Namun, pada saat ini juga kara karbonmonoksida di dalam darah akan turun hingga ke kisaran normal.

Setelah itu, jika perokok berhasil mengalahkan keinginannya untuk kembali merokok, maka akan ada banyak hal positif yang terjadi dalam tubuh. Seminggu hingga 9 minggu setelah berhenti, batuk, napas pendek, rasa terbakar di dada setelah beraktivitas fisik akan mulai berkurang.

Satu tahun setelah berhenti merokok, risiko penyakit jantung dan berbagai jenis kanker, termasuk kanker paru-paru akan berkurang hingga setengahnya. Dan 15 tahun setelah berhenti merokok, perokok akan memiliki risiko penyakit jantung yang sama seperti orang-orang yang tidak pernah merokok.

Ini berarti jika seseorang berhenti merokok sebelum usia 30 tahun, maka risiko kematiannya pun bisa ditekan menyamai orang-orang yang non perokok. Kecuali, jika mantan perokok kembali merokok dan mengalami kerusakan permanen pada paru-paru yang memicu penyakit obstruksi paru-paru kronis.

Dokter spesialis paru, Agus Dwi Susanto mengatakan, baik perokok ringat maupun berat sebenarnya menghadapi risiko yang sama. Sehingga berhenti merokok pun sebaiknya dilakukan oleh keduanya.

LEAVE A COMMENT

theme by teslathemes