Single post

Risiko Pendarahan Otak Rentan Dialami Wanita Perokok

Obat Perokok,- Meskipun telah banyak yang mensosialisasikan akan bahaya dari merokok, namun jumlah perokok, khususnya di Indonesia justru semakin bertambah, terutama di kalangan perempuan.

Hasil sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari American Heart Association membuktikan bahwa risiko pendarahan otak rentan dialami wanita perokok jika dibandingkan dengan laku-laki perokok atau yang bukan perokok.

Risiko Pendarahan Otak Rentan Dialami Wanita Perokok

Seorang wanita yang termasuk perokok berat, atau merek ayang menghisap 21-30 batang perharinya memiliki risiko paling tinggi. Wanita berisiko 8 kali untuk mengalami pendarahan otak jika dibandingkan dengan wanita non perokok. Sedangkan laki-laki hanya memiliki risiko 3 kali terkena pendarahan otak dibandingkan dengan non perokok.

Pendarahan otak atau lebih dikenal dengan pendarahan subarachnoid merupakan pendarahan yang berada di daerah antara permukaan otak dan jaringan di bawahnya yang menurut National Library AS dar i Medicine, bisa menyebabkan kejang, koma, hingga akhirnya kematina.

Penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal American Heart Association tersebut menganalisis informasi kesehatan dari 65.521 orang dewasa yang dipilih secara acan antara tahun 1972 dan 2011.

Peneliti menyebutkan jika otak perempuan lebih rentan terhadap dampak merokok, karena merokok dapat menurunkan kadar estrogen yang juga menyebabkan peradangan dan proses lain yang menyebabkan pembuluh darah tinggi hingga kehabisan darah. Selain itu, merokok juga mengakibatkan perempuan lebih cepat menopause.

Pendarahan otak juga terkadang terjadi sebagai bagian dari stroke. Namun, kabar baiknya yaitu risiko tersebut dapat berkurang secara signifikan dengan cara berhenti merokok selama 6 bulan.

Para peneliti juga mencatat jika ada faktor lain yang menjadi pemicu pendarahan otak, seperti konsumsi alkohol, kolesterol tinggi, atau tekanan darah tinggi. Namun, mereka menegaskan jika merokok merupakan faktor risiko terbesar untuk mengembangkan pendarahan tersebut.

“Tidak ada tingkat yang aman dari rokok,” kata Lindbohm. “Tentu pilihan terbaiknya adalah tidak pernah memulai merokok. Berhenti merokok, bagaimanapun, dapat mengurangi risiko perdarahan subarachnoid pada kedua jenis kelamin.”

Baca Juga : Minuman yang Bisa Bantu Hentikan Kebiasaan Merokok

LEAVE A COMMENT

theme by teslathemes