Single post

Rokok Elektrik Sebabkan Kerusakan Jaringan Gusi

obatperokok.com,- Tidak sedikit perokok yang ingin berhenti merokok menggantikan rokok tembakau dengan rokok elektrik. Rokok elektrik semakin populer khususnya pada generasi muda serta para mantan perokok yang melihatnya sebagai alternatif yang lebih sehat.

rokok-elektrik-sebabkan-kerusakan-jaringan-gusi

Sebagian besar rokok eletrik mengandung sebuah batre, alat pemanas, dan sebuah bejana yang menampung cairan yang biasanya mengandung nikotin, perasa dan senyawa kimia lainnya. Alat yang dipanaskan oleh batre tersebut memanaskan cairan dalam bejana yang kemudian menghasilkanuap yang dikonsumsi oleh perokok.

Sebelumnya, para ilmuwan meyakini bahwa sejumlah senyawa kimia yang berada dalam asap rokoklah yang bertanggungjawab pada berbagai macam dampak negatif pada kesehatan, namun sejumlah data penelitian makin menunjukkan bahwa hal tersebut tidak terbatas pada asap rokok konvensional saja.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Rochester Medical Centre menemukan bahwa penggunaan rokok elektrik menyebabkan kerusakan yang sama pada jaringan gusi dengan rokok biasa. Penelitian ini merupakan yang pertama mempelajari dampak negatif rokok elektrik pada kesehatan mulut dan tingkat seluler dan molekuler.

“Berapa banyak dan seberapa sering seseorang menggunakan e-rokok akan menentukan kerusakan pada gusi dan rongga mulut mereka,” kata pemimpin penelitian, Irfan Rahman, dilansir dari The Star, Selasa (13/12).

Peneliti juga menemukan bahan kimia yang digunakan dalam rokok elektrik juga bisa merusak sel-sel dalam mulut. “Sangat penting untuk diingat, e-rokok mengandung nikotin yang dikenal berkontribusi aktif terhadap penyakit gusi,” kata seorang peneliti, Fawed Javed.

Sementara itu, peneliti lain dari University Laval, Kanada, Dr. Mahmoud Rouabhia mengatakanm, meski efek jangka panjang belum ditemukan, namun efek jangka pendek dari rokok elektrik juga penting untuk diketahui.

“Kerusakan penghalang defensive di mulut dapat meningkatkan risiko infeksi, peradangan dan penyakit gusi. Dalam jangka panjang, hal itu juga dapat meningkatkan risiko kanker,” tutur Rouabhia.

LEAVE A COMMENT

theme by teslathemes