Single post

Studi Baru : Merokok Lemahkan Gen Pelindung Arteri

Studi Baru : Merokok Lemahkan Gen Pelindung Arteri,- Tim peneliti AS senin (1/5) mengungkapkan bahwa merokok dapat meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah sebagai akibat dari lemahnya sebuah gen. Dalam jurnal Circulation, dijelaskan bagaimana merokok dapat membuat tumpukan plak sehingga membuat kaku pembuluh darah dan menyebabkan penyakit jantung.

Danish Saleheen, penulis makahal sekaligus asisten profesor biostatistik dan epidemiologi the Perelman School of Medicine, Universitas Pennsylvania, mengungkapkan ini merupakan langkah pertama terbesar dalam rangka memecahkan teka-teki interaksi lingkungan gen yang mengarahkan ke penyakit jantung koroner.

Para peneliti mengumpulkan data lebih dari 140 ribu orang yang didapat dari dua penelitian sebelumnya. Yang menjadi fokus penelitian ini adalah derah genome yang sebelumnya diasosiasikan dengan risiko meningkatnya penumpukan plak dalam pembuluh darah jantung.

Perubahan dalam huruf dalam DNA di kromosom 15, dekat gen dapat diekspresikan dengan enzim (ADAMTS7) yang diproduksikan dalam pembuluh darah, diasosiasikan dengan 12% penurunan risiko jantung pada orang yang tidak merokok.

Namun, perokok dengan variasi yang sama hanya memiliki 5% lebih rendah untuk penyakit jantung koroner, berkurang lebih dari setengah efek pelindung variasi genetik ini.

Lanjutan penelitian laboratorium menunjukkan sel dalam pembuluh arteri dalam jantung manusia, produksi enzim ADAMTS7 merosot secara signifikan ketika sel mengandung varian DNA huruf single ini. Percobaan lain menunjukkan jika pembuluh arteri koroner terpapar sari cair asap rokok, maka produksi ADAMTS7 akan bertambah ganda.

Jika para peneliti dapat menemukan cara lain untuk tinggal dalam enzim ini, dikelaskan oleh penulis makalan Muredah Reily yangmenjabat sebagai direktur dari Ircing Institute for Clinical and Translational Research di Colombia University Medical Center, maka mereka dapat membantu perokok dan mereka yang berisiko terkena jantung koroner.

Merokok dikenal sebagai penyebab dari 1 dari 5 kasus penyakit jantung koroner dan dihubungkan dengan 1,6 juta kematian setiap tahunnya di seluruh dunia.

“Melalui penelitian genetik berskala besar ini, kita mulai mengerti variasi genetik yang jadi faktor pendorong dalam merespon paparan lingkungan atau perilaku gaya hidup tertentu,” terang Reilly.

Ia juga menabahkan bahwa tidak semua orang bereaksi sama terhadap paparan atau perilaku yang sama. Misalnya, orang yang tidak berolahraga bisa mengidap diabetes, bisa juga tidak. Jadi, daripara menyarankan hal yang sama, maka peneliti bisa secara khusus melakukan intervensi pada populasi atau individu yang spesifik dan fokus pada sumber kesehatan kita secara efisien.

Artikel terkait :

LEAVE A COMMENT

theme by teslathemes