Single post

Waspada ! Merokok Bisa Picu Kanker Kepala Leher

Telah diketahui bahwa merokok dan mengonsumsi alkohol merupakan sebuah kebiasaan buruk yang seharusnya ditinggalkan. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), perokok 30 kali lipat berpotensi terkena kanker kepala leher dibandingkan dnegan mereka yang sudah memiliki faktor risiko kanker.

Kanker kepala leher merupakan keganasan yang terjadi pada organ-organ pada bagian kepala dan leher, mulai dari kanker nasofaring, rongga pada sekitar hidung, pita suara, atau tiroid.

Waspada ! Merokok Bisa Picu Kanker Kepala Leher

Menurut Dr de Sonar Panigoro SpB (K) OnK M-Epid, penampakan kanker kepala leher yang disebabkan oleh merokok mungkin sedikit lebih menyeramkan jika dibandingkan dengan penyakit kanker lain. Hal tersebut disebabkan karena titik kanker yang timbul biasanya berada di wilayah luar dan mudah terlihat, seperti wajah atau leher.

Risiko tertinggi kanker kepala leher berasal dari zat nikotin yang berbahaya dalam rokok. Nikotin dapat memperparah timbulnya sel kanker, apalgi jika penderita datang sudah dalam kondisi stadium lanjut dan sel kanker sudah menyebar. Maka, kemungkinan operasi menjadi sangat sulit.

Meskipun tindakan operasi dilakukan, kemungkinan akan ada kesulitan untuk membuat penderita hidup produktif kembali. Karena umumnya kanker kepala leher ini mengakibatkan bekas luka di area leher, pita suara, bahkan wajah menjadi cacat dan bolong. Hal tersebut terjadi jika keganasan kankernya sudah menyebar.

Baca Juga : Makanan dan Minuman untuk Usir Racun Bagi Mantan Perokok

Para dokter memprediksi tingkat keberhasilan operasi dan kesempatan hidup pasien dengan stadium lanjut mungkin hanya sekitar 20%. Terlebih lagi jika penyebab dari kanker tersebut diketahui merupakan akibat dari gaya hidup tidak sehat seperti merokok. Padahal, kanker kepala leher bisa dicegah dengan dua cara pencegahan, yaitu primer dan sekunder.

Pencegahan primer dilakukan dengan mengecek kesehatan secara rutin, menjauhi asap rokok, rajin beraktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, serta selalu kelola stress. Penerapan gaya hidup sehat juga perlu dilakukan. Sedangkan pencegahan sekunder dilakukan dengan deteksi dini.

Sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini, sebaiknya-baiknya alat medis seperti CT scan dan rangkaian screening lainnya, yang paling baik adalah dengan mengenali kondisi tubuh sendiri. Selian harus waspaa dengan perubahan fisik pada tubuh, usaha yang paling mudah lainnya yaitu dengan memeriksa benjolan di leher.

Mendeteksi kanker kepala leher sendiri memang agak sulit, bahkan dokter pun banyak yang terkecoh. Namun, setidaknya mendeteksi perubahan pada tubuh sendiri ini dapat membantu dokter untuk menindaklanjuti apa saja penanganan medis yang perlu dilakukan untuk mengatasi penyakit tersebut.

Atikel Terkait :

Obat Perokok Berat

LEAVE A COMMENT

theme by teslathemes